blank

Lomba Foto Canting Kasumedangan Hadirkan Keindahan Batik Khas Sumedang di Karaton Sumedang Larang

SUMEDANG — Lomba Foto Canting Kasumedangan yang digelar pada Minggu, 23 November 2025, menghadirkan suasana penuh budaya di lingkungan Karaton Sumedang Larang. Acara ini merupakan kolaborasi antara Emalia Foundation, Komunitas Semut Foto, dan Karaton Sumedang Larang, serta mendapat dukungan dari Twin Tulipware Indonesia dan Grosir kue Saya Suka.

Kegiatan ini diikuti oleh hampir 60 peserta, termasuk seorang peserta berkewarganegaraan Peru bernama Diego, yang menjadi salah satu sorotan karena antusiasmenya dalam memotret ragam budaya Sumedang.


Pembukaan Acara dan Edukasi Batik Canting Kasumedangan

Acara resmi dibuka oleh Rd. Luki Djohari S dari Karaton Sumedang Larang dan Rd. Artdeansyah Utama Dilaga dari Emalia Foundation. Keduanya menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui medium fotografi dan kolaborasi kreatif.

Sebelum sesi lomba dimulai, peserta mendapatkan penjelasan mendalam tentang Batik Canting Kasumedangan—seni batik khas Sumedang yang memiliki lebih dari 20 ragam hias. Motif batik ini terinspirasi dari benda bersejarah seperti Batik Lingga, Kembang Boled, Hanjuang, Klowongan Tahu, Mahkota Binokasih, hingga Pintu Srimaganti.
Peserta juga belajar mengenai simbol-simbol filosofis yang mencerminkan kondisi geografis, sosial, hingga budaya Sumedang.


Aktivitas Lomba dan Spot Foto Terarah

Para peserta kemudian diarahkan untuk memotret di spot-spot khusus yang telah ditentukan panitia, guna menjaga alur kegiatan dan memastikan setiap fotografer mendapatkan hasil optimal.

Konsep foto yang diberikan panitia meliputi:

  • Pembatik yang sedang mencanting
  • Pembatik yang mengajar proses mencanting
  • Aktivitas tradisional jual beli batik
  • Batik modern sebagai representasi perkembangan budaya

Model dalam lomba ini termasuk Putra Putri Karaton, keluarga Karaton Sumedang Larang, serta para pembatik yang mempertunjukkan proses kreatif mereka secara langsung.

Interaksi hangat antara fotografer, pembatik, dan model menciptakan atmosfer yang hidup sepanjang kegiatan. Salah satu yang menarik perhatian adalah peserta asing bernama Diego, yang tampak sangat menikmati proses memotret detail ragam hias dan aktivitas budaya lokal.


Rangkaian Kegiatan Sepanjang Hari

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan keberangkatan peserta dari TSM Gatsu menggunakan bus carteran. Setibanya di lokasi, peserta disuguhi tea morning sebelum memasuki rangkaian inti kegiatan.

Setelah pembukaan, sesi foto berlangsung dalam dua tahap:

  • Sesi 1: 09.30 – 11.30 WIB
  • Sesi 2: 12.30 – 13.30 WIB

Di sela acara, peserta melaksanakan ISHOMA dan berkesempatan berdialog langsung dengan para pembatik dan pengisi acara lainnya.


Hadiah Lomba Foto Canting Kasumedangan

Acara ini menyediakan total hadiah jutaan rupiah, dengan rincian:

  • Juara I: Rp 2.000.000 + Piagam
  • Juara II: Rp 1.750.000 + Piagam
  • Juara III: Rp 1.500.000 + Piagam
  • Harapan I: Rp 750.000 + Piagam
  • Harapan II: Rp 500.000 + Piagam
  • Harapan III: Rp 250.000 + Piagam

Panitia mengumumkan bahwa pemenang Lomba Foto Canting Kasumedangan akan diumumkan melalui Instagram Emalia Foundation dan Komunitas Semut Foto pada waktu mendatang.

Dokumentasi


Dukungan untuk Pelestarian Budaya Sumedang

Dengan keterlibatan komunitas fotografi, karaton, dan masyarakat, Lomba Foto Canting Kasumedangan menjadi ajang yang tidak hanya menonjolkan kreativitas visual, tetapi juga memperluas wawasan peserta terhadap warisan batik Sumedang.

Acara ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus memperkuat posisi Sumedang sebagai pusat kreatif dan budaya di Jawa Barat.

Tertarik mengikuti acara seperti ini ? Hubungi 0858-6038-9188 untuk informasi lebih lanjut

Bergabunglah Bersama Kami !

Temukan inspirasi, tingkatkan kemampuan, dan jalin silaturahmi dengan sesama fotografer dari hunting foto seru, workshop eksklusif, hingga pameran bersama. Yuk, bergabung sekarang dan jadilah bagian dari komunitas kreatif ini!

blank